|
Sebagai
default Retail Manager menggunakan Adaptive Server Anywhere
sebagai Database Servernya. Selain Adaptive Server Anywhere,
Retail Manager juga dapat menggunakan MS SQL sebagai database
server.
Perbedaan
dari keduanya terletak dari provider database server tersebut.
MS SQL adalah produk dari Microsoft sedangkan Adaptive Server
Anywhere diproduksi oleh Sybase. Adaptive Server Anywhere
milik Sybase ditujukan untuk perusahaan kecil yang menggunakan
komputer dalam jaringan yang kurang dari 10 client LAN dan
memiliki transaksi bulanan dengan omzet kurang lebih 30 juta
rupiah. Untuk perusahaan dengan skala yang lebih dari itu
disarankan menggunakan MS SQL Server sebagai database servernya.
Keunggulan
Database Server
a. Client/Server Technology
Tidak seperti file-based database yang menggunakan sharing
file (penggunaan file secara bersama-sama) untuk mengaplikasikan
multi user, database server menggunakan pendekatan client-server
dimana semua user yang akan mengakses database terkoneksi
dan berkomunikasi dengan database server. Semua permintaan
dari user akan diatur dan diolah oleh database server secara
bergantian maupun bersamaan.
File-file
data yang disimpan dan diatur oleh database server tidak diakses
secara langsung oleh user. Hal ini merupakan penerapan dari
Security yang dimiliki oleh database server.
b.
Security
Karena semua komunikasi harus melalui server, maka pengaturan
hak akses dapat dilakukan pada level server. Hak akses akan
menentukan siapa saja yang dapat mengakses database dan mengolah
data didalamnya. Tanpa adanya hak akses ini seorang user tidak
bisa untuk megakses sebuah database.
Karena
user diatur pada level server dan tidak mempunyai akses langsung
ke file-file data, maka kemungkinan seorang user yang tidak
berwenang untuk mengcopy file data dapat dihindari.
c.
Data Integrity
Pada sistem dengan file-based database, bila sebuah komputer
crash, hang atau reboot karena sesuatu hal, ada kemungkinan
besar file data akan rusak atau hilang. Hal ini dapat disamakan
bila kita sedang membuka aplikasi pengolah kata, dimana ada
kemungkinan dokumen yang sedang dibuka dan diedit menjadi
rusak atau hilang bila komputer crash, hang atau reboot. Problem
ini akan semakin tampak seiring dengan bertambah besarnya
file data.
Lain
halnya dengan database server, pada saat sebuah komputer yang
merupakan database server mengalami crash, hang atau reboot
kemungkinan besar hal yang tejadi hanyalah semua koneksi ke
database server akan terputus sampai database server berjalan
kembali.
Walaupun
demikian, kemungkinan hilangnya atau rusaknya data akan selalu
ada. Untuk itu, proses backup data merupakan hal yang wajib
dilakukan.
Database
server memberikan fasilitas proses backup data dengan cara
yang lebih fleksibel dibandingkan file-based database. Backup
data pada database server dapat dilakukan dengan menerapkan
penjadwalan, misalnya secara otomatis dilakukan setiap hari
jam 10 malam. Media backup juga dapat dipilih mulai dari harddisk
sampai ke Tape Backup. Selain itu, file backup bisa ditempatkan
pada komputer yang ada di tempat lain.
d.
Performance
Database server didesain dan dioptimasi untuk melayani permintaan
dari banyak user dan tidak terpengaruh dengan besarnya data
yang telah ada. Lalu lintas data pada jaringan jauh lebih
rendah dibandingkan file-based desktop
|